Translate

Saturday, January 29, 2011

Sistem Jawa Bali 500 kV

         Data sistem transmisi Jawa Bali 500 kV yang digunakan terdiri dari 23 bus, 28 saluran, dan 8 pusat pembangkit. Bus-bus yang ada diklasifikasikan sebagai berikut:
a.  Bus Swing       : Suralaya.
b.  Bus Generator : Cirata, Muara Tawar, Saguling, Gresik, Tanjung Jati, Grati, dan Paiton.
c.  Bus Beban      : Cilegon, Kembangan, Gandul, Cibinong, Cawang, Bekasi, Cibatu, Bandung Selatan,      Mandiracan, Ungaran, Surabaya Barat, Depok, Tasikmalaya, Pedan, Kediri.

          Single line diagram sistem transmisi Jawa Bali 500 kV dapat dilihat pada Gambar 3.3. Sedangkan data-data saluran, beban dan pembangkitan diperlihatkan pada Tabel 3.1. dan 3.2 .
Gambar 3.3. Single Line Diagram Jawa Bali

Tabel 3.1
Data Saluran Transmisi


Tabel 3.2
Data Pembangkitan dan Pembebanan

Friday, January 28, 2011

Skripsi Optimisasi Penempatan dan Ukuran Kapasitor Bank Untuk Mengurangi Rugi-Rugi Daya Menggunakan Metode Algortima Genetika Studi Jaringan Interkoneksi Subsistem Sumbagsel 150 kV

1.1.  Latar Belakang Masalah
          Dalam beberapa tahun ini, operasi sistem tenaga listrik modern sedang banyak menghadapi banyak tantangan dalam kaitannya dengan deregulasi dan restrukturisasi industri tenaga listrik. Permintaan tenaga listrik terus meningkat secara tetap akibat meningkatnya beban pada jaringan, dapat dipandang sebagai penambahan beban-beban yang bersifat induktif. Sehingga kebutuhan daya reaktif semakin meningkat yang mengakibatkan kVA yang harus disalurkan menjadi semakin meningkat pula.
         Apabila suatu jaringan yang tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban, maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator, sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan. Apabila kebutuhan ini cukup besar maka arus yang mengalir di jaringan juga semakin besar yang akan berakibat: faktor dayanya menurun, rugi-rugi daya besar, jatuh tegangan pada ujung saluran meningkat, profil tegangan setiap bus yang tidak sesuai dengan standar serta terjadi pemanasan pada kawat penghantar sehingga umur peralatan menjadi lebih pendek. Sehingga hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan pengelola kelistrikan terutama pihak PT. PLN Persero maupun konsumen.
         Maka dari itu diperlukan kompensasi daya reaktif. Kompensasi yang digunakan adalah optimisasi penempatan dan ukuran kapasitor bank untuk mengurangi rugi-rugi daya listrik dan memperbaiki profil tegangan setiap bus dengan mengimplemantasikan sistem jaringan ring ke dalam metode algoritma genetika. Metode algoritma genetika merupakan salah satu algoritma komputasi untuk masalah optimisasi yang terinspirasi oleh teori evolusi yang kemudian diadopsi menjadi algoritma komputasi untuk mencari solusi suatu permasalahan. Metode ini termasuk kedalam metode kecerdasan buatan (artifical neuron). Keunggulan metode ini dapat mencari solusi yang terbaik dari suatu permasalahan kompleks tanpa harus menggunakan metode konvensional biasa. Metode ini mengoptimisasi fungsi-fungsi obyektif secara akurat. Kelemahan metode ini memerlukan waktu sedikit lama dan beberapa pengujian untuk mencapai konvergen. Banyak kompensasi daya reaktif dengan metode kecerdasan buatan yang lain contohnya algoritma ABC (Artificial Bee Colony). Metode ABC telah diterapkan di sistem Jawa Bali 500 kV oleh Danang Sulistyo mahasiswa Institut Teknik Surabaya berjudul Penentuan Letak dan Kapasitas Bank Kapasitor Secara Optimal Menggunakan Bee Colony Algorithm.
          Sistem interkoneksi Sumatera terdiri dari tiga subsistem yaitu Sumbagut (SBU), Sumbagteng (SBT), dan Sumbagsel (SBS). Implementasi metode algoritma genetika penelitian ini diterapkan pada interkoneksi subsistem Sumbagsel. Penelitian ini dilakukan dikarenakan penelitian sebelumnya menggunakan sistem Jawa Bali 500 kV sedangkan sistem Sumatera menggunakan tegangan 150 kV. Sesuai dengan teori semakin kecil tegangan rugi-rugi daya besar. Selain itu adanya pembebanan yang tidak sebanding dengan kapasitas pembangkitan serta masih ada profil tegangan yang tidak sesuai standar pada sistem Sumbagsel.

TIPE JARINGAN DISTRIBUSI

Banyak tipe2x jaringan distribusi primer..
berikut tipe jaringan distribusi pada my scribd
___link download____

Pengaturan Kecepatan Motor DC dengan Kontrol PID

Motor Dc adalah motor yang memiliki torka yang besar..
Pengaturan kecepatan motor DC dapat di lakukan dengan kontrol PID
simulasi dapat dilakukan menggunakan program Matlab 7.01
__Baca Selengkapnya di my scribd__

link download
(http://www.scribd.com/doc/24897909/Joni-Irawan-g1d006007)

Segitiga Daya


Keterangan
Daya Nyata (S) adalah daya yang terpasang artinya daya yang disediakan oleh pembangkit ataupun dari transformator dengan satuan (VA).
Daya Aktif(P) adalah daya yang terpakai oleh beban bersifat resistif..Beban resistif seperti penerangan dan beban2x lain yang tidak menggunakan belitan satuan(Watt).
Daya Reaktif adalah daya yang terpakai oleh beban bersifat induktif dan kapasitif..contoh beban induktif yaitu motor, reaktor dan kapasitif yaitu kapasitor..satuan (Var).
Untuk pengertian cos phi yaitu perbedaan sudut antara tegangan dan arus..
Cos phi yang baik antara 0.8-1 sesuai standart IEEE
jika kurang dari 0.8 maka akan timbul pemanasan pada alat, rugi-rugi daya yg besar..
dan jika kurang dari 0.8 juga akan terkena denda dari pihak penyuplai daya..
untuk memperbaiki coh phi dengan cara pemasangan kapasitor paralel yaitu kapasitor bank..
Dengan pengertian :
Semakin besar beban induktif maka semakin besar Q (Var)
Semakin besar beban resistif maka semakin besar P (Var)
itu semua karena
1. Beban resistif menyerap daya aktif
2. Beban induktif menyerap daya reaktif
3. Sedangkan untuk mengurangi semakin besarnya daya reaktif dengan memasang kapasitor, dikarenakan kapasitor menyuplai daya reaktif..
Jadi dengan memasang kapasitor maka timbul Q' (Var)
jadi Qbaru = Qlama -Q'
Otomatis sudut segitiga mengecil...semakin kecil sudut maka cos phi semakin mendekati 1. Patokan cos 0 = 1..
* Perhitungan*
Besarnya kapasitor yg dibutuhkan ???
ingat kapasitas kapasitor dalam Var bukan farad..
dalam perhitungan P tetap tidak berubah,,yg berubah variabel Q dan S
S = P+JQ
P = S cos phi
Q = S sin phi
tetapkan dulu cos phi yang baru misal 0.9 maka dapat nilai S baru (P tetap)
dari S baru dan P tetap dapat Q baru
sudah deh Q' (kapasitas kapasitor) = Q lama-Q baru
____thank_____


Monday, October 19, 2009

Mahasiswa Teknik Elektro Angkatan 2006

TEKNIK ELEKTRO UNIVERSITAS BENGKULU 2006

No Nama NPM

1. Ade Natalia G1D006001
2. Ahmad Zaki Alfajri G1D006003
3. Arif triansyah G1D006004
4. Charly Frestama G1D006005
5. Joni irawan G1D006007
6. Mei aditya G1D006008
7. Nedi gunawan G1D006009
8. Nia Lidiawati G1D006010
9. Pirmansyah G1D006011
10. Roky Regustus G1D006012
11. Sugistri Utomo G1D006013
12. Suparjo G1D006014
13. Tuten Parozi G1D006015
14. Waluyo G1D006016
15 Yogi Trianto G1D006017
16. Zulmiftah Huda G1D006018
17. Afrizal Jhoni G1D006019
18. Ahmad Permadi G1D006020
19. Akhmad Ciputra G1D006021
20. Apriono G1D006022
21. Ardiansyah G1D006023
22. Beni Ardiansyah G1D006024
23 Defri Agustian G1D006025
24. Deky Bahusiandy G1D006026
25. Dertin Ronarsih G1D006027
26. Diki Hadi Murtala G1D006028
27. Dody Saputra G1D006030
28. Dody kurniawan G1D006031
29. Doni Suhendra G1D006032
30. Ebri G1D006034
31. Fachrul Fauzi G1D006035
32. Fahrul Rozi G1D006036
33. Fatri Wulan Sari G1D006037
34. Ferina Fiona G1D006038
35. Firman G1D006039
36. Haris Febrianto G1D006040
37. Hendra Sunandar G1D006041
38. Heril Aswan G1D006042
39. Idinatias G1D006043
40. Mardaril Perdana G1D006044
41. Oking Satria G1D006047
42. Randy Gauma G1D006048
43. Rara permata sari G1D006049
44. Rendi saputra G1D006050
45. Ricko febrian G1D006051
46. Rocky pratama G1D006052
47. Ronika Endita G1D006053
48. Roy Valian G1D006054
49. Sepra G1D006055
50. Sonny febrianto G1D006056
51. Sri wahyu ningsih G1D006057
52. sugeng G1D006058

Thursday, October 8, 2009

Analsisi Aliran Daya Dengan Python



Suatu diagram garis sistem tenaga listrik tiga bus seperti ditunjukkan Gambar 1.5 dengan pembangkitan pada bus 1.Harga tegangan pada bus 1 diatur sampai 1.05 pu.Beban pada bus 2 dan bus 3.Impedansi-impedansi saluran dalam satuan per unit pada dasar 100 MVA,dan suseptansi muatan pada saluran diabaikan.


a. Pemecahan Aliran Daya dengan Gauss Seidal
Data impedansi dalam satuan per unit pada saluran adalah
Z12=0.02+j0.04
Z13=0.01+j0.03
Z23=0.0125+j0.025

Admitansi pada saluran
Y12=1/Z12=10-j20
Y13=1/Z13=10-j30
Y23=1/Z23=16-j32

Data Beban dalam satuan per unit adalah:
S = - = - 4.0-J2.5 pu
P = = 2 pu
Bus 1 adalah slack bus dengan tegangan V1=1.05+j0.0.Estimasi tegangan awal untuk V2 =1.0+j0.0 dan V3 =1.04+j0.0.

Perhitungan
V2 secara iterasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

Q3 secara iterasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

Vc3 secara iterasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

e3 secara iterasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

V3 secara iterasi dapat dihitung dengan menggunakan persamaan
V3=e3-j( imaginer dari Ve3)
Dan untuk aliran arus dapat dihitung dengan persamaan
Iji= Il+Ii0= yij(Vi-Vj)+yi0Vi
Iij= - Il+Ii0= yij(Vj-Vi)+yi0Vi
Untuk daya Komples antara bus dapat dihitung dengan menggunakan persamaan

Untuk rugi-rugi daya dalam saluran dihitung dengan menggunakan persamaan
Sl ij= Sij + Sji
Iterasi dari kondisi ini berhenti bila Vn+1-Vn nilai mutlak < ε dengan ε adalah epsilon yang harganya ditentukan,sehingga kita bisa menyelesaikannya dengan menggunakan program Python

Script Python untuk analisis aliran daya dengan Gauss Seidal
#Nama=Joni Irawan (G1D006007)Jurusan Teknik Elektro 2006
#Tugas PKST kedua soal di buku Hadi Saadat Example 6.8
#Program Gauss Seidal 3 bus (1 slack bus,1 PQ bus,dan 1 PV bus)
#Dasar 100 MVA
#Di bawah ini sebagai acuan iterasi
epsilon=0.00005
x=1
#impedansi pada saluran 12
z12=0.02+1j*0.04
#impedansi pada saluran 13
z13=0.01+1j*0.03
#impedansi pada saluran 23
z23=0.0125+1j*0.025
#Admitansi pada saluran 12;
y12=1/z12
#Admitansi pada saluran 13;
y13=1/z13
#Admitansi pada saluran 23;
y23=1/z23
# Daya Nyata Bus 2 dalam per unit
S2=-(400+1j*250)/100
# Daya Aktif bus 3 dalam per unit
P3=200/100
#Bus 1 sebagai slack bus dengan tegangan V1
V1=1.05+1j*0.0
#Tegangan Konjugate V1
Vk1=V1.conjugate()
#Iterasi awal
iterasi=0
#Estimasi tegangan awal untuk;
V2=1.0+1j*0.0
E3=1.04+1j*0.0
#Proses Iterasi
while x >= epsilon:
iterasi=iterasi+1
Vk2=V2.conjugate()
Ek3=E3.conjugate()
Qc3=-(Ek3*(E3*(y13+y23)-(y13)*(V1)-(y23)*(V2)))
#Q3 di dapat dari hasil imaginer dari Qc3
Q3=Qc3.imag
S3=P3+1j*Q3
V2=1/(y12+y23)*((S2.conjugate())/(Vk2)+(y12)*(V1)+(y23)*(E3))
Ve3=1/(y13+y23)*((S3.conjugate())/(Ek3)+(y13)*(V1)+(y23)*(V2))
from math import sqrt
e3=sqrt(1.04**2-Ve3.imag**2)
V3=e3+1j*Ve3.imag
#Arus dari bus 1 menuju bus 2
I12=y12*(V1-V2)
#Arus dari bus 2 menuju bus 1
I21=-I12
#Arus dari bus 1 menuju bus 3
I13=y13*(V1-V3)
#Arus dari bus 3 menuju bus 1
I31=-I13
#Arus dari bus 2 menuju bus 3
I23=y23*(V2-V3)
#Arus dari bus 3 menuju bus 2
I32=-I23;
#konjugate arus dari bus 1 menuju bus 2
Ik12=I12.conjugate()
#konjugate arus dari bus 2 menuju bus 1
Ik21=I21.conjugate()
#konjugate arus dari bus 1 menuju bus 3
Ik13=I13.conjugate()
#konjugate arus dari bus 3 menuju bus 1
Ik31=I31.conjugate()
#konjugate arus dari bus 2 menuju bus 3
Ik23=I23.conjugate()
#konjugate arus dari bus 3 menuju bus 2
Ik32=I32.conjugate()
#Daya Nyata dalam bentuk bilangan kompleks pada bus 1
S1=(Vk1*(V1*(y12+y13)-(y12*V2+y13*V3)))*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 1 ke bus 2
S12=V1*Ik12*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 2 ke bus 1
S21=V2*Ik21*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 1 ke bus 3
S13=V1*Ik13*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 3 ke bus 1
S31=V3*Ik31*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 2 ke bus 3
S23=V2*Ik23*100
#Aliran Daya dalam bentuk bilangan kompleks dari bus 3 ke bus 2
S32=V3*Ik32*100
#Rugi-rugi dalam bentuk bilangan kompleks pada saluran 12
SL12=S12+S21
#Rugi-rugi dalam bentuk bilangan kompleks pada saluran 13
SL13=S13+S31
#Rugi-rugi dalam bentuk bilangan kompleks pada saluran 23
SL23=S23+S32
#x merupakan pengurangan antara V3 dengan E3
x=abs(V3-E3)
E3=V3
#Hasil Akhir
print'iterasi',iterasi
print'Q3',Q3
print'V2',V2
print'V3',V3

 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India