Translate

Saturday, January 29, 2011

Tips Mengubah File html ke PDF atau JPG ke PDF

ada file2x html yang ingin kita ambil seperti file skripsi dari situs resmi universitas di jawa yg pengen banget kita ambil namun tidak tau caranya..
langkah pertama
1. Buka file tersebut kemudian save as with complete buat dalam 1 folder ..save dgn menamai sesuai dgn keiinginan..misal hal 1..selanjutnya sampai sudah tersimpan..(simpan per halaman)
2. Buka folder..dalam folder tersebut ada folder lagi yg namanya sama dgn file yg kita simpan..buka folder didalam folder cari gambar yg sama persis dengan file html yg kita save (Gambar sama persis dgn html).
3. kalau mau gampang search ketik *.jpg
4. pisahkan dan kumpulkan ke dalam folder baru
5. Konvert dech ke dalam pdf (jpg ke pdf)
6. Software Jpg ke Pdf  kelik link downloadnya 


******Cara yg lebih gampang lagi untuk html ke pdf******
buka www.htm2pdf.co.uk
langkah
1. buka halaman html yg mau di save
2. copy adress http: yg mau disimpan
3. pastekan dikolom  adress www.htm2pdf.co.uk lalu klik convert
4. setelah sukses download hasil convert di web tersebut..
5. ***selamat mencoba***

Sistem Pengoperasian Panel Kontrol Motor Induced Fan GBM 304 di Prilling Tower Pusri 1B

Gambar 5.5. Diagram connection panel kontrol motor GBM 304
Keterangan Kode
- MC (Kontak utama kontaktor)
- 49 (Kontak utama TOLR)
- 42x (Kontak bantu NO kontaktor)
- 49x (Kontak bantu TOLR)
- GL (Green Light)
- RL (Red Light)
- OL (Orange Light)
- W (signal)
- CT (Current Transformator)
- MCCB (Moulded Case Circuit Breaker)
- F (fuse)
Gambar-gambar panel
Gambar 1.1. Isi panel motor GBM 304 bagian kontrol

Gambar 1.2. Isi panel motor GBM 304 bagian daya

Gambar 1.3. Local Control Switch yang terdapat di pintu panel kontrol motor.

Analisis Sistem Pengoperasian Panal Kontrol Motor GBM 304 3 Fasa
1.1   Umum
        Sebelum masuk ke proses pengoperasian dijelaskan sedikit bahwasanya untuk pengasutan motor GBM 304 menggunakan pengasutan hubungan langsung dikenal dengan istilah Direct ON Line (DOL), pengasutan dilakukan untuk motor induksi dengan kapasitas kecil, ataupun dengan pertimbangan besar arus asut yang tinggi dan kejutan mekanisnya tidak akan mengganggu terhadap jaringan listrik dan mesin itu sendiri. Sistem Direct ON Line bisa di lihat pada gambar 5.5. Sedangkan sistem pengendaliannya dengan menggunakan kontaktor dengan sistem elektromagnet yang digandeng oleh Termal Over Load Relay (TOLR) sebagai pengaman beban lebih dengan sistem bimetal.

1.2   Posisi Menghidupkan atau ON
       Dengan memperhatikan gambar 5.5, pertama yang dilakukan adalah MCCB 51 dinaikkan.Walaupun MCCB sudah dinaikkan kondisi rangkaian belum bekerja (motor belum running) dan arus listrik mengalir melewati fuse kontrol, kontak bantu Normally Close (NC) TOLR menuju lampu indikator off (GL) sehingga lampu ini menyala karena mendapatkan supply tegangan AC 110 V yang terhubung netral. Besarnya arus yang diserap lampu 0,027 A. Jika tombol start Normally Open (NO) di-ON-kan menjadi Close (tertutup) yang terhubung dengan kontak bantu Normally Open (NO) terminal 13 14 kontaktor. Arus listrik mengalir dari listrik jala-jala dengan maksimum arus yang dapat lewat sebesar 1,82 A melewati fuse, relay TOLR, push button start, melewati terminal koil A1A2 dari koil kontaktor 42 ke netral N, push button stop yang dapat dilihat berdasarkan run signal (w). Akibatnya koil kontaktor 42 akan energized (kumparan dialiri arus bersifat magnet) sehingga plat tembaga terhubung antara bagian yang bergerak dan diam. Sehingga kontak bantu Normally Open (NO) 42x 13 14 menjadi close (tertutup) berfungsi sebagai pengunci. Walaupun tombol start posisi dilepas aliran listrik ke koil kontaktor 42 tetap energized dan motor induksi berputar karena tombol start paralel dengan kontak bantu Normally Open (NO) 13 14 kontaktor (Loop tertutup), serta menjadikan kontak utama close (tertutup) yang akhirnya akan menghidupkan lampu indikator merah (RL). Untuk push button test hampir sama dengan prinsip start terhubung dengan kontak bantu Nomarlly Open 43 44, disini tidak ada proses penguncian karena tidak berhubungan dengan tombol stop (bukan rangkaian loop), pada saat ditekan koil kontaktor energized dan menjadikan kantak bantu Normally Open menjadi close (tertutup) sehingga motor running dan pada saat dilepas motor berhenti. Bila terjadi gangguan yang disebabkan beban lebih sehingga Termal Over Load (TOLR) merasakan gangguan dikarenakan melebihi setting Full Load Ampere (FLA) 90 A maka TOLR yang semula kontak 95 96 Normally Close (NC) akan menjadi Open (Terbuka) dan kontak 97 98 yang semula Normally Open (NO) akan menjadi Close (Tertutup) berdasarkan prinsip bimetal. Akibat kontak bantu 97 98 Normally Open (NO) menjadi close ( tertutup) maka lampu indikator orange (OL) akan menyala terhubung netral. Arus tidak mengalir pada koil A1 A2 kontaktor sehingga kontak bantu Normally Open (NO) kembali terbuka dan mengakibatkan kontak utama akan terbuka. Tambahan ampermeter yang ada di diagram connection berfungsi sebagai alat ukur arus nominal motor yang menggunakan bantuan rotary switch untuk mengetahui arus fasa maupun arus line yang terhubung dengan CT pengukuran. Ratio CT 100/5 A amper maka amper meter dikalibrasikan juga 100/5 A sehingga arus yang terbaca adalah 89,9 A.
Dari gambar 4.5 tombol start Normally Open (NO) terhubung dengan kontak bantu Normally Open (NO), tombol stop Normally close (NC) terhubung dengan kontak bantu Normally Close (NC) begitu juga dengan tombol test yang terhubung dengan kontak bantu Normally Open (NO). Kontak Utama berhubungan langsung dengan kontak bantu Normally Open (NO) berdasarkan gambar 3.19 jika menjadi close maka kontak utamapun close akibat energized.

1.3    Posisi Memberhentikan atau OFF
         Bila tombol tekan stop Normally Close (NO) ditekan akan menjadi open (terbuka), maka loop tertutup dari rangkaian gambar 5.5 akan terbuka, hilangnya aliran listrik pada koil A1 A2 kontaktor 42 akan de-energized (kumparan tidak dialiri listrik). Akibatnya kontak bantu Normally Open (NO) 13 14 yang semula menjadi close (tertutup) pada saat motor beroperasi akibat tidak adanya aliran listrik kemudian kembali lagi menjadi Normally Open (NO) maka kontak utama pun akan open (terbuka).
Di bawah ini gambar 1.4 jalur hubungan tombol tekan start,stop dan test.

Penjelasan gambar 1.4 tombol tekan start berhubungan dengan tombol tekan stop terhubung paralel sedangkan tombol tekan test tidak ada hubungan dengan tombol start maupun stop.
Bila tombol start sudah ditekan namun motor tidak beroperasi maka terjadi kerusakan pada kontaktor magnet. Akibat tidak bertemunya kontak yang bergerak dengan kontak yang tetap pada saat kumparan dialiri arus listrik (energized).
Tindakan – tindakan dalam memperbaiki kontaktor magnet adalah
1. Bagian permukaan dari kontak daya diratakan menggunakan gerinda, kikir dan ampelas, sedangkan sebagai pembersih akhir digunakan alkohol 70%. Untuk bagian kontak magnetnya menggunakan ampelas dan dibersihkn menggunakan alkohol 70%.
2. Setiap melakukan perbaikan kontaktor magnet harus dilakukan penggantian pada pegas inti untuk menjaga elastisitas pegas.
3. Melakukan pemeriksaan kumparan magnet dengan menggunakan ohmmeter untuk menentukan apakah berfungsi tidaknya kumparan tersebut.

Sistem Jawa Bali 500 kV

         Data sistem transmisi Jawa Bali 500 kV yang digunakan terdiri dari 23 bus, 28 saluran, dan 8 pusat pembangkit. Bus-bus yang ada diklasifikasikan sebagai berikut:
a.  Bus Swing       : Suralaya.
b.  Bus Generator : Cirata, Muara Tawar, Saguling, Gresik, Tanjung Jati, Grati, dan Paiton.
c.  Bus Beban      : Cilegon, Kembangan, Gandul, Cibinong, Cawang, Bekasi, Cibatu, Bandung Selatan,      Mandiracan, Ungaran, Surabaya Barat, Depok, Tasikmalaya, Pedan, Kediri.

          Single line diagram sistem transmisi Jawa Bali 500 kV dapat dilihat pada Gambar 3.3. Sedangkan data-data saluran, beban dan pembangkitan diperlihatkan pada Tabel 3.1. dan 3.2 .
Gambar 3.3. Single Line Diagram Jawa Bali

Tabel 3.1
Data Saluran Transmisi


Tabel 3.2
Data Pembangkitan dan Pembebanan

Friday, January 28, 2011

Skripsi Optimisasi Penempatan dan Ukuran Kapasitor Bank Untuk Mengurangi Rugi-Rugi Daya Menggunakan Metode Algortima Genetika Studi Jaringan Interkoneksi Subsistem Sumbagsel 150 kV

1.1.  Latar Belakang Masalah
          Dalam beberapa tahun ini, operasi sistem tenaga listrik modern sedang banyak menghadapi banyak tantangan dalam kaitannya dengan deregulasi dan restrukturisasi industri tenaga listrik. Permintaan tenaga listrik terus meningkat secara tetap akibat meningkatnya beban pada jaringan, dapat dipandang sebagai penambahan beban-beban yang bersifat induktif. Sehingga kebutuhan daya reaktif semakin meningkat yang mengakibatkan kVA yang harus disalurkan menjadi semakin meningkat pula.
         Apabila suatu jaringan yang tidak memiliki sumber daya reaktif di daerah sekitar beban, maka semua kebutuhan beban reaktifnya dipikul oleh generator, sehingga akan mengalir arus reaktif pada jaringan. Apabila kebutuhan ini cukup besar maka arus yang mengalir di jaringan juga semakin besar yang akan berakibat: faktor dayanya menurun, rugi-rugi daya besar, jatuh tegangan pada ujung saluran meningkat, profil tegangan setiap bus yang tidak sesuai dengan standar serta terjadi pemanasan pada kawat penghantar sehingga umur peralatan menjadi lebih pendek. Sehingga hal ini akan menimbulkan kerugian bagi perusahaan pengelola kelistrikan terutama pihak PT. PLN Persero maupun konsumen.
         Maka dari itu diperlukan kompensasi daya reaktif. Kompensasi yang digunakan adalah optimisasi penempatan dan ukuran kapasitor bank untuk mengurangi rugi-rugi daya listrik dan memperbaiki profil tegangan setiap bus dengan mengimplemantasikan sistem jaringan ring ke dalam metode algoritma genetika. Metode algoritma genetika merupakan salah satu algoritma komputasi untuk masalah optimisasi yang terinspirasi oleh teori evolusi yang kemudian diadopsi menjadi algoritma komputasi untuk mencari solusi suatu permasalahan. Metode ini termasuk kedalam metode kecerdasan buatan (artifical neuron). Keunggulan metode ini dapat mencari solusi yang terbaik dari suatu permasalahan kompleks tanpa harus menggunakan metode konvensional biasa. Metode ini mengoptimisasi fungsi-fungsi obyektif secara akurat. Kelemahan metode ini memerlukan waktu sedikit lama dan beberapa pengujian untuk mencapai konvergen. Banyak kompensasi daya reaktif dengan metode kecerdasan buatan yang lain contohnya algoritma ABC (Artificial Bee Colony). Metode ABC telah diterapkan di sistem Jawa Bali 500 kV oleh Danang Sulistyo mahasiswa Institut Teknik Surabaya berjudul Penentuan Letak dan Kapasitas Bank Kapasitor Secara Optimal Menggunakan Bee Colony Algorithm.
          Sistem interkoneksi Sumatera terdiri dari tiga subsistem yaitu Sumbagut (SBU), Sumbagteng (SBT), dan Sumbagsel (SBS). Implementasi metode algoritma genetika penelitian ini diterapkan pada interkoneksi subsistem Sumbagsel. Penelitian ini dilakukan dikarenakan penelitian sebelumnya menggunakan sistem Jawa Bali 500 kV sedangkan sistem Sumatera menggunakan tegangan 150 kV. Sesuai dengan teori semakin kecil tegangan rugi-rugi daya besar. Selain itu adanya pembebanan yang tidak sebanding dengan kapasitas pembangkitan serta masih ada profil tegangan yang tidak sesuai standar pada sistem Sumbagsel.

TIPE JARINGAN DISTRIBUSI

Banyak tipe2x jaringan distribusi primer..
berikut tipe jaringan distribusi pada my scribd
___link download____

Pengaturan Kecepatan Motor DC dengan Kontrol PID

Motor Dc adalah motor yang memiliki torka yang besar..
Pengaturan kecepatan motor DC dapat di lakukan dengan kontrol PID
simulasi dapat dilakukan menggunakan program Matlab 7.01
__Baca Selengkapnya di my scribd__

link download
(http://www.scribd.com/doc/24897909/Joni-Irawan-g1d006007)

Segitiga Daya


Keterangan
Daya Nyata (S) adalah daya yang terpasang artinya daya yang disediakan oleh pembangkit ataupun dari transformator dengan satuan (VA).
Daya Aktif(P) adalah daya yang terpakai oleh beban bersifat resistif..Beban resistif seperti penerangan dan beban2x lain yang tidak menggunakan belitan satuan(Watt).
Daya Reaktif adalah daya yang terpakai oleh beban bersifat induktif dan kapasitif..contoh beban induktif yaitu motor, reaktor dan kapasitif yaitu kapasitor..satuan (Var).
Untuk pengertian cos phi yaitu perbedaan sudut antara tegangan dan arus..
Cos phi yang baik antara 0.8-1 sesuai standart IEEE
jika kurang dari 0.8 maka akan timbul pemanasan pada alat, rugi-rugi daya yg besar..
dan jika kurang dari 0.8 juga akan terkena denda dari pihak penyuplai daya..
untuk memperbaiki coh phi dengan cara pemasangan kapasitor paralel yaitu kapasitor bank..
Dengan pengertian :
Semakin besar beban induktif maka semakin besar Q (Var)
Semakin besar beban resistif maka semakin besar P (Var)
itu semua karena
1. Beban resistif menyerap daya aktif
2. Beban induktif menyerap daya reaktif
3. Sedangkan untuk mengurangi semakin besarnya daya reaktif dengan memasang kapasitor, dikarenakan kapasitor menyuplai daya reaktif..
Jadi dengan memasang kapasitor maka timbul Q' (Var)
jadi Qbaru = Qlama -Q'
Otomatis sudut segitiga mengecil...semakin kecil sudut maka cos phi semakin mendekati 1. Patokan cos 0 = 1..
* Perhitungan*
Besarnya kapasitor yg dibutuhkan ???
ingat kapasitas kapasitor dalam Var bukan farad..
dalam perhitungan P tetap tidak berubah,,yg berubah variabel Q dan S
S = P+JQ
P = S cos phi
Q = S sin phi
tetapkan dulu cos phi yang baru misal 0.9 maka dapat nilai S baru (P tetap)
dari S baru dan P tetap dapat Q baru
sudah deh Q' (kapasitas kapasitor) = Q lama-Q baru
____thank_____


 
Design by Free WordPress Themes | Bloggerized by Lasantha - Premium Blogger Themes | Justin Bieber, Gold Price in India